Rangkuman: Sebelum mengetahui fume welding, sebaiknya memahami terlebih dahulu apa itu welding. Welding adalah proses fabrikasi material dengan memanfaatkan panas untuk menghasilkan sambungan material yang kuat. Fume welding adalah asap hasil dari proses fabrikasi tersebut yang terbentuk dari partikel logam halus dan gas berbahaya seperti oksida besi, mangan, kromium, nikel, karbon monoksida, dan ozon. Partikel fume atau asap las lebih kecil dari asap biasa sehingga mudah terhirup ke paru-paru dan beracun. Paparan jangka pendek dapat menyebabkan iritasi, pusing, dan metal fume fever, sedangkan paparan jangka panjang meningkatkan risiko kerusakan paru-paru dan kanker bagi pekerja.
Artikel menekankan bahwa fume welding berbahaya tidak hanya bagi welder, tetapi juga pekerja lain di area pabrik karena asap dapat menyebar luas. Solusi efektif adalah pendekatan berlapis: desain ulang proses untuk mengurangi welding, penggunaan APD respirator, serta sistem dust collector seri GDE-A APISTE dengan fume box yang memiliki filter ultra-halus dan cleaning otomatis, menjaga daya hisap stabil, hemat energi hingga 65%, dan minim maintenance.
Apa itu Welding?
Apa itu welding? welding atau pengelasan adalah suatu proses penghubungan bahan baku seperti logam, melalui metode pelelehan dan penggabungan antara atau pada segmen material tersebut. Proses fabrikasi tersebut akan menghasilkan sambungan material yang solid, resistan, dan tangguh. Berbeda dengan pengencangan baut atau paku keling, pengelasan membentuk sambungan yang secara struktural berperilaku seperti satu bagian material yang utuh dan berkelanjutan. Hal ini menjadikannya salah satu metode penyambungan yang paling andal untuk berbagai sektor manufaktur, konstruksi, otomotif, dan industri berat.
Fungsi dan Manfaat Welding
Welding memiliki peran sentral dalam pembuatan kerangka mesin, sistem perpipaan, struktur baja, dan komponen alat industri. Dalam lingkungan pabrik, welding berfungsi untuk memproduksi suku cadang baru, memperbaiki alat aus atau rusak, dan memodifikasi struktur yang sudah ada guna menyesuaikan kebutuhan produksi
Manfaat dari proses welding meliputi sambungan yang kuat dan tahan lama, lebih hemat, fleksibel untuk beragam jenis dan ketebalan logam, serta mampu menghasilkan segel kedap udara atau kedap air. Keunggulan-keunggulan tersebut adalah alasan mengapa welding tetap menjadi proses inti pada hampir setiap pabrik manufaktur di Indonesia.
Metode dan Teknik Welding Umum Pada Pabrik Manufaktur di Indonesia
Pemilihan teknik las yang tepat bergantung pada berbagai faktor, mulai dari tipe dan ketebalan bahan baku, volume produksi, persyaratan presisi, dan lingkungan kerja di sekitarnya. Selain metode pengelasan yang tersedia, mayoritas pabrik manufaktur di Indonesia sangat bergantung pada arc welding, khususnya metode TIG dan MIG. Hal ini karena keandalan dan fleksibilitas kedua metode tersebut untuk berbagai kebutuhan produksi.
Arc Welding

Arc welding adalah proses pengelasan dengan memanfaatkan busur listrik untuk memproduksi panas yang guna melelehkan atau menyambung logam. Umumnya, pabrik-pabrik manufaktur di Indonesia menggunakan dua metode arc welding yaitu Tungsten Inert Gas dan Metal Inert Gas.
- TIG (Tungsten Inert Gas): Tungsten Inert Gas Welding (TIG Welding), atau Gas Tungsten Arc Welding (GTAW), adalah metode yang menggunakan elektroda tungsten dan gas pelindung inert untuk melindungi area pengelasan dari kontaminasi. Metode ini dikenal dalam memproduksi hasil las yang bersih, presisi, dan berkualitas tinggi. Sehingga, ideal untuk material tipis dan pekerjaan yang membutuhkan penyelesaian detail.
- MIG (Metal Inert Gas): MIG Welding, atau Gas Metal Arc Welding (GMAW), adalah metode yang memanfaatkan elektroda kawat bersama dengan gas pelindung. Proses ini lebih cepat daripada metode TIG dan lebih cocok untuk material yang lebih tebal dan kebutuhan produksi volume tinggi.
Apa Itu Fume Welding?
Fume adalah campuran partikel halus dan gas yang dihasilkan ketika suatu logam dipanaskan hingga titik leleh selama proses pengelasan. Berbeda dengan asap yang terbentuk dari proses pembakaran tidak sempurna bahan organik, fume ini berasal proses kondensasi material padat seperti logam yang menguap akibat panas.
Asap las dapat mengandung zat-zat seperti oksida besi, mangan, kromium, nikel, dan senyawa logam lainnya, bersama dengan gas-gas seperti karbon monoksida dan ozon. Partikel fume sendiri berukuran lebih kecil daripada asap biasa sehingga lebih mudah terhirup jauh ke dalam paru-paru dan umumnya lebih beracun bagi tubuh.
Apakah Fume Welding Berbahaya?
Jika tidak dikelola dengan baik, asap las dapat membahayakan operasional pabrik. Walaupun operator las, atau welder, memakai masker dan helm las untuk kebutuhan safety, fume tetap menjadi partikel di udara yang mampu menyebar ke seluruh area operasional. Hal ini dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi pekerja di sekitar proses welding.
Paparan asap pengelasan dalam jangka pendek dapat menyebabkan:
- Iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan
- Pusing
- Mual,
- dan sesak dada.
Beberapa pekerja juga dapat mengalami demam asap logam (metal fume fever), yaitu reaksi sementara seperti flu dengan gejala seperti menggigil dan nyeri badan setelah paparan yang berat.
Risiko yang lebih serius berasal dari paparan yang berkepanjangan. Seiring waktu, baik penelitian atau laporan lembaga pemerintah mengaitkan fume welding dengan:
- Kerusakan paru-paru permanen
- Peningkatan risiko kanker paru-paru
- Ginjal,
- dan kanker lainnya.
Di ruang tertutup atau berventilasi buruk, asap pengelasan dan gas pelindung juga dapat menggantikan oksigen di udara, sehingga menimbulkan risiko sesak napas. Risiko-risiko ini menjadi bukti solusi pengisapan fume yang tepat merupakan perihal penting, bukan hanya tambahan opsional pada APD standar.
Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Fume Welding
Mengatasi fume welding paling efektif dilakukan dengan pendekatan berlapis, mulai dari perencanaan pekerjaan las hingga peralatan yang digunakan di tempat kerja.
Aspek Hierarkis
Lapisan pertama berfokus dalam mengurangi asap las sebelum menjadi masalah. Pabrik dapat mendesain ulang tahap-tahap fabrikasi untuk mengurangi proses las seminimal mungkin, misalnya dengan menggunakan komponen yang sudah dibentuk sebelumnya. Jika pengelasan tidak dapat dihindari, beralih ke gas pelindung yang menghasilkan lebih sedikit fume akan menurunkan paparan pada sumbernya. Memisahkan tempat proses las dengan area kerja lainnya juga dapat menjadi solusi, agar pekerja pada line lain tidak terpapar.
Aspek Administratif
Lapisan selanjutnya melibatkan pekerja dan prosedur di sekitar pekerjaan pengelasan. Perlengkapan safety seperti masker respirator yang tepat akan memberikan perlindungan tambahan bagi pekerja dari menghirup partikel-partikel asap las. Meskipun demikian, perlengkapan safety akan lebih efektif bersamaan dengan prosedur pekerjaan yang aman dan jelas. Hal ini mengingat perlengkapan sendiri tidak dapat menjaga pekerja secara menyeluruh.
Aspek Engineering
Lapisan paling andal datang dari aspek teknis yang langsung menghilangkan asap las dari udara sebelum terhirup paru-paru pekerja. Pendekatan umum adalah dengan memanfaatkan fume extraction yang langsung menghisap fume langsung dari sumbernya. Akan tetapi, fume extractor konvensional sering kali tidak efektif akibat tersumbatnya filter yang menurunkan aliran udara sehingga fume welding tetap mengudara di sekitar area pengelasan.
Dust Collector seri GDE-A dengan Fume Box Menjadi Solusi Tepat

Di sinilah sistem yang dirancang khusus seperti Dust Collector seri GDE-A dari APISTE dengan Fume Box menjadi solusi yang tepat. Dengan filter permukaan ultra-halus, unit ini mampu menangkap asap las pada permukaan filter alih-alih membiarkannya menembus dan menyumbat dari dalam. Fume kotak asap dapat dilengkapi dengan filter otomatis yang menggumpalkan partikel asap halus dan lengket sehingga dapat dibersihkan lebih efektif selama setiap siklus cleaning otomatis. Fitur cleaning otomatis tersebut memberikan kesempatan untuk menggunakan filter hingga 1,5–3 tahun tergantung beban debu, jam operasi, dan jenis partikel. Desain bodi dust collector seri GDE ini juga memudahkan dalam melakukan pergantian filter, tanpa perlu alat.
Selain itu, kendali aliran udara otomatis berbasis inverter akan menjaga daya hisap tetap stabil walaupun filter sangat tersumbat serta menghemat sekitar 65% konsumsi daya dibandingkan sistem konvensional lainnya. Hal ini membuktikan bahwa Dust Collector dengan Fume Box dari APISTE menjadi solusi manajemen fume welding yang efektif, hemat energi, dan ramah maintenance. Ketahui cara Dust Collector seri GDE-A lebih lengkap dengan mengakses katalog melalui link di berikut:
Katalog Dust Collector seri GDE APISTE: Download Katalog Dust Collector Apiste – Rechand.com
Mau tahu harga unit Dust Collector? Atau tertarik untuk mencoba trial secara GRATIS* terlebih dahulu? Ajukan dengan mudah melalui link di bawah.
Permintaan Harga dan Pengajuan Trial: Permintaan Produk APISTE – Rechand.com
Sumber
González-González, C., Los Santos-Ortega, J., Fraile-García, E., & Ferreiro-Cabello, J. (2023). Environmental and economic analyses of TIG, MIG, MAG and SMAW welding processes. Metals, 13(6), 1094.
Han, Y., Chen, J., Ma, H., Zhao, X., Wu, C., & Gao, J. (2020). Numerical simulation of arc and droplet behaviors in TIG-MIG hybrid welding. Materials, 13(20), 4520.
Schneider, C. F., Lisboa, C. P., Silva, R. A., & Lermen, R. T. (2017). Optimizing the parameters of TIG-MIG/MAG hybrid welding on the geometry of bead welding using the Taguchi method. Journal of Manufacturing and Materials Processing, 1(2), 14.
SafeWork NSW. (2026, April 1). Welding fumes. SafeWork NSW.
Occupational Safety and Health Administration (OSHA). (2013). Controlling hazardous fume and gases during welding (Fact Sheet FS-3647). U.S. Department of Labor.

