Freon R134a masih digunakan sebagai refrigeran pilihan untuk sistem pendingin industri walau memiliki potensi pemanasan global yang tinggi. Mengingat industri memiliki tanggung jawab yang vital dalam menjaga lingkungan dari beragam bentuk limbah maupun emisi, pilihan refrigeran ramah lingkungan menjadi semakin mendesak untuk mencegah kerusakan lingkungan. 

Sebelum memahami mengapa penggunaan freon R134a harus diganti dengan refrigeran alternatif yang lebih ramah lingkungan, mari mulai dengan memahami apa itu freon atau refrigeran.

Pengertian Freon atau Refrigeran

Refrigeran, atau seringkali kita sebut sebagai freon, adalah zat pendingin di dalam sistem AC. Zat ini bekerja dengan siklus transformasi dari tekanan dan suhu tinggi menjadi tekanan dan suhu rendah. Tanpa refrigeran, AC maupun sistem pendingin lain tidak akan berfungsi. Tiap jenis memiliki efisiensi, keamanan, dan dampak lingkungan yang berbeda sehingga pemilihan freon penting bagi performa maupun keberlanjutan.

  • R134a: Industri memanfaatkan secara luas tetapi memiliki dampak kerusakan lingkungan yang besar.
  • R32: Lebih efisien dan dampak lingkungan yang lebih rendah.
  • R744: Refrigeran alami dengan dampak lingkungan yang minim.
  • R1234yf: Paling mutakhir dan ramah lingkungan.

Perbedaan dampak lingkungan tiap jenis refrigeran tersebut dapat terlihat dari masing-masing nilai GWP (Global Warming Potential).

Perbedaan Tiap Jenis Refrigeran dan Dampak Lingkungannya

tabel perbandingan freon R134a dengan jenis-jenis refrigeran lainnya.

Tiap refrigeran memiliki nilai potensi pemanasan global atau Global Warming Potential (GWP) yang berbeda-beda. GWP adalah ukuran seberapa besar panas gas refrigeran pada atmosfer jika membandingkan dengan karbon dioksida. Jika menggunakan analogi bumi memakai jaket (gas refrigeran), GWP memberitahu seberapa ‘tebal’ atau ‘panas’ tiap jaket. Sederhananya, nilai GWP memberitahu seberapa berbahaya tiap refrigeran bagi lingkungan.

Untuk memahami angka GWP, bayangkan nilai tersebut seperti ‘timbangan’ dengan karbon dioksida memiliki skor dasar 1. Contohnya, saat refrigeran R134a memiliki nilai GWP 1.430, maka artinya satu kilogram dari gas R134a memanasakan bumi setara dengan 1.430 kilogram CO2. Skor tersebut adalah perbandingan langsung terkait dampak pada atmosfir. Menggunakan refrigeran dengan GWP yang lebih rendah seperti memilih ‘jaket’ dengan bahan yang tidak panas, tetap mendinginkan tanpa konsekuensi lingkungan. Mari kita lihat bagaimana nilai GWP tersebut pada masing-masing refrigeran.

R134a

R134a adalah hydrofluorocarbon (HFC) yang berisi karbon, hidrogen, dan atom flourine (C₂H₂F₄). Umumnya, freon ini digunakan pada AC mobil dan sistem refrigeran. Akan tetapi, GWP dari refrigeran R134a berkisar pada 1.430 yang artinya menghasilkan panas 1.430 kali dari CO2 selama lebih dari satu abad. Tingginya GWP pada refrigeran ini menjadi kontributor signifikan bagi perubahan iklim. Beberapa negara mulai melarang penggunaan freon R134a dan memilih alternatif yang lebih ramah lingkungan.

R32

Sama seperti R134a, R32 adalah HFC yang berisi murni dari karbon, hidrogen, dan atom flourine (CH₂F₂). R32 memiliki GWP sebesar 675, jauh lebih rendah bila kita bandingkan R134a, yang artinya gas freon R32 memiliki panas yang lebih rendah. Dengan GWP lebih rendah dan efisiensi energi yang lebih tinggi, freon R32 menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan untuk sistem AC modern.

R744

R744 adalah nama teknis dari karbon dioksida (CO2) yang digunakan sebagai refrigeran. Tidak seperti refrigeran sintetis, CO2 adalah freon yang tidak beracun, tidak mudah terbakar, dan luas terjangkau. Jika kita bandingkan dengan R134a atau R32, R744 memiliki nilai GWP hanya 1. Karena memiliki nilai GWP yang rendah, freon R744 menjadi salah satu refrigeran ramah lingkungan. Akan tetapi, R744 membutuhkan tekanan yang besar pada sistem pendingin agar dapat bekerja.

R1234yf

Berbeda dengan R32, R1234yf adalah refrigeran hydrofluoroolefin (HFO) yang dirancang sebagai pengganti R134a. Struktur molekul dalam refrigeran ini sama dengan HFC, tetapi memiliki komponen yang lebih mudah terurai di udara. Lebih penting lagi, R1234yf memiliki skor GWP yang sangat rendah yaitu kurang dari 1 sehingga dampak lingkungannya hampir tidak ada. Nilai tersebut menunjukkan bahwa freon R1234yf menjadi refrigeran paling ramah lingkungan sampai saat ini. 

Selain menjadi refrigeran yang ramah lingkungan, terdapat beberapa alasan strategis penggunaan freon R1234yf untuk masa depan operasional yang lebih menguntungkan.

Alasan Strategis Untuk Menggunakan Refrigeran R1234yf

Seluruh unit pendingin APISTE menggunakan refrigeran R1234yf yang ramah lingkungan.

Permendag 47 tahun 2025 telah memperketat aturan terkait alat pendingin, memperjelas komitmen pemerintah untuk menghilangkan zat perusak ozon dan lingkungan. Salah satu laporan hukum juga memprediksi bahwa regulasi terkait sistem pendingin akan semakin tegas. Hal ini menjadi “alarm” bagi pelaku bisnis untuk mempersiapkan diri terhadap aturan yang lebih ketat di masa mendatang. Penggunaan refrigeran R1234yf dalam waktu dekat menjadi langkah prediktif yang tepat untuk menghadapi regulasi kepatuhan tersebut lebih dini dibandingkan kompetitor Anda.

Seluruh unit pendingin APISTE seperti AC Panel, AC Presisi, Chiller, dan Oil Chiller menggunakan refrigeran R1234yf. Beserta teknologi inverter pada tiap seri, sistem-sistem pendingin tersebut akan memberikan performa pendinginan optimal sekaligus mengurangi konsumsi listrik serta emisi dari refrigeran. Penggunaan freon ramah lingkungan dan teknologi hemat energi tersebut menunjukkan komitmen APISTE dan PT Rechand Elektrikindo dalam mendukung perusahaan Anda untuk mengurangi biaya operasional dan mematuhi standar lingkungan.

Ketahui detail dan spesifikasi dari unit AC Panel, AC Presisi, Chiller dan Oil Chiller dengan mengakses katalog di bawah:

https://rechand.com/download-katalog-apiste/

Buat permintaan harga, kunjungan, atau konsultasi terkait masalah produk APISTE yang Anda miliki dengan mengunjungi link di bawah:

https://rechand.com/permintaan/

Sumber

Apiste. (n.d). The necessity of switching to HFC alternative: Toward the realization of a decarbonized society (for the EU). Apiste Corporation.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2025 tentang Barang yang Dilarang untuk Diimpor. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 1156.

Assegaf Hamzah & Partners. (2026, January 14). Indonesia tightens import rules for cooling equipment to support environmental commitments. Rajah & Tann Asia.

LearnMetrics. (2024, November). Refrigerant GWP chart for 61 Freons (R410a, R134a, R22, etc.).

HVAC Toolkit. (2024). R-32 refrigerant guide: Properties, P-T chart & safety. 

Sensor1Stop. (2024, November). R-744 refrigerant: The natural cooling solution.