Komponen AC Panel adalah ‘organ-organ’ di dalam suatu unit AC Panel yang menjalankan proses pendinginan. Selayaknya organ, tiap komponen berperan penting untuk membuat AC Panel dapat beraktivitas dan tetap sehat. Saat salah satu organ mengalami kegagalan, AC Panel dapat ‘sakit’ bahkan berujung ‘kematian’.
Mengenal Komponen AC Panel
Komponen-komponen di atas adalah bagian-bagian suku cadang di dalam unit AC Panel yang menjamin siklus pendinginan secara optimal tetap berjalan. Komponen seperti refrigeran, kompresor, kondensor, evaporator, pipa kapiler, dan fan merupakan komponen inti yang berperan vital dalam menjalankan fungsi pendinginan. Selain komponen inti, terdapat komponen pendukung seperti filter, termistor, PCB, dan sensor yang memiliki tugas signifikan untuk membuat AC Panel berjalan sesuai keinginan secara optimal.
Refrigeran
Refrigeran, biasa kita sebut freon, merupakan ‘darah’ bagi proses pendinginan. Hal tersebut karena cairan ini yang membuat pendinginan dapat terjadi. Bagaikan spons yang dapat berubah bentuk dan suhu, refrigeran menyerap udara panas, berubah menjadi gas panas, lalu menjadi cair dan dingin untuk menurunkan suhu di dalam panel secara berulang.
Kompresor
Kompresor adalah ‘jantung’ bagi AC Panel, yang berfungsi menjaga siklus pompa ‘darah’ agar mesin tetap beroperasi. Kompresor memompa refrigeran, yang merubah dari cair menjadi gas panas, dan mendorong gas tersebut untuk memulai siklus pendinginan.
Kondensor
Kondensor berperan seperti ‘limpa’ yang membersihkan ‘racun’ gas panas ke luar. Dalam proses ini, refrigeran yang berbentuk gas panas menyebar pada kumparan kondensor berubah menjadi cairan bertekanan tinggi dengan suhu lebih rendah dari awal akibat pengaruh suhu udara lingkungan.
Pipa Kapiler
Pipa ini bagaikan pembuluh yang mengalirkan ‘darah’ untuk melanjutkan proses pendinginan. Pada pipa ini, gas dengan suhu hangat mengalir menuju katup ekspansi dengan celah yang sempit sehingga mengubah gas hangat bertekanan tinggi menjadi dingin dengan tekanan rendah.
Evaporator
Pada sistem evaporator, refrigerant dingin dari pipa kapiler mengalir melalui kumparan untuk dibawa kembali ke kompresor untuk memulai kembali siklus. Saat dialirkan, zat ini akan mengalir pada evaporator yang menyebabkan evaporator menjadi dingin. Fan menghembuskan hawa dingin dari evaporator sehingga mendinginkan bagian dalam panel. Ibarat kulit, evaporator ini mengeluarkan hawa suhu.
Saluran Drainase
Bagaikan botol minuman yang ada pada chiller minimarket, udara dingin pada evaporator akan menyebabkan kondensasi. Air kondensasi ini keluar melalui saluran drainase agar tidak merusak komponen dalam panel. Seperti organ tubuh manusia, saluran drainase adalah saluran yang mengeluarkan hasil akhir tubuh.
Fan
Jika komponen lain mengolah siklus pendinginan, maka komponen ini yang membuat ‘roda’ siklus berjalan seperti ‘otot’. Proses menurunkan suhu refrigeran pada kondensor dan mendorong gas dingin dari hasil evaporasi, kipas yang melakukannya. Tanpa aliran udara yang stabil dari fan, siklus pendinginan sistem tidak akan berjalan dengan lancar.
Filter
Filter merupakan rambut hidung yang bertugas menyaring udara agar kontaminan luar panel tidak menyebabkan ‘penyakit’ bagi AC Panel. Walaupun bukan komponen inti, filter pada AC panel memegang peran penting untuk menjaga keoptimalan unit pendingin tersebut.
Control Board
Control board adalah ‘otak’ dari AC Panel yang bertugas untuk memproses informasi, menjalankan keinginan pengguna, dan mendistribusikan informasi agar AC Panel dapat berjalan dengan baik. Di control board inilah yang membuat AC Panel tidak hanya mendinginkan namun juga optimal seperti lebih hemat energi dan sesuai dengan suhu yang pengguna inginkan.
Termistor
Termistor ini adalah ‘saraf’ yang mengirimkan sinyal atau informasi ke ‘otak’ AC Panel yaitu control board. Sinyal yang dikirimkan adalah suhu internal panel untuk menentukan apakah unit harus bekerja lebih keras, lebih hemat, atau adanya anomali. Saat anomali terdeteksi, termistor akan ‘mengabarkan’ control board yang kemudian akan mengaktifkan alarm.
Display
Display berperan sebagai ‘wajah’ AC Panel. ‘Wajah’ ini mengkomunikasikan apa yang terjadi di dalam AC Panel serta menerima pesan yang disampaikan oleh pengguna. Saat pengguna ingin berinteraksi dengan AC Panel untuk mengetahui keadaan atau melakukan pengaturan, user akan berinteraksi dengan display.
Casing
Casing ini adalah ‘badan’ atau ‘kulit luar’ dari AC Panel. Fungsi dari casing ini melindungi ‘organ-organ’ di dalam AC Panel dan menjadi lapisan terluar yang menghadapi lingkungan sekitar panel. Karena menjadi lapisan terluar AC Panel yang menghadapi debu hingga lembab, maka kekuatan atau daya tahan casing AC Panel sangat penting guna mencegah korosi.
Setelah mengenal dan mengetahui cara kerja masing-masing komponen, kenali juga penyebab kerusakan dan cara merawatnya. Hal ini agar AC Panel yang anda gunakan dapat terus bekerja optimal dan memiliki umur pakai yang panjang.
Penyebab Kerusakan dan Cara Merawat Komponen AC Panel

Panas, debu, dan lembab adalah tiga ancaman besar bagi operasional AC Panel. Panas yang berlebih dapat mengurangi umur pakai komponen, debu dapat menghambat aliran udara, dan lembab dapat menyebabkan korosi. Secara bersamaan, tiga ancaman ini juga berpotensi menyebabkan komponen di dalam AC Panel terbakar. Penyebab kerusakan dan cara merawat masing-masing komponen adalah sebagai berikut:
- Kompresor: Panas dan debu dapat merusak motor kompresor. Kebocoran refrigeran juga dapat menjadi penyebab akibat tidak ada zat yang kompresor tekan. Lakukan perawatan dengan menjaga kompresor tetap bersih dan cek saluran proses.
- Kondensor: Debu dan lembab dapat mencegah panas keluar. Lakukan perawatan dengan inspeksi berkala dan pembersihan.
- Pipa kapiler: Debu mengganggu aliran refrigeran. Sama halnya dengan kondensor, perawatan dilakukan dengan inspeksi berkala dan pembersihan.
- Evaporator: Kebocoran pipa karena getaran dan gesekan plat terlalu keras yang disebabkan kompresor bekerja terlalu keras akibat overheat. Lakukan inspeksi berkala pada komponen inti.
- Fan: Debu atau kontaminan lain seperti kabut minyak dapat membuat kipas rusak akibat penyumbatan. Rawat dengan melakukan pembersihan pada fan.
- Filter: Udara sekitar panel yang kotor akan menyumbat filter. Rawat dengan mengganti filter.
- Control board: Walau langka terjadi, control board dapat terbakar akibat aliran arus energi yang terlalu besar. Pastikan aliran arus ke AC Panel tetap konsisten.
- Termistor: Termistor dapat pecah akibat overheat. Jangan biarkan komponen inti tidak optimal.
- Display: Sama langkanya dengan control board, masalah terjadi akibat aliran listrik yang tidak stabil. Juga pastikan aliran arus ke AC Panel tetap konsisten.
- Casing: Lembab dapat menyebabkan korosi pada lingkungan. Lakukan pembersihan secara berkala.
Poin-poin di atas menunjukkan untuk merawat komponen di dalam AC panel adalah inspeksi berkala dan proses pembersihan. Jika AC Panel memiliki fitur IoT, pemeliharaan prediktif dapat diterapkan karena mendeteksi penyebab-penyebab kerusakan tersebut lebih dini dan disiplin sehingga dapat menghemat biaya operasional secara signifikan.
Cegah Kerusakan Dengan Layanan After-Sales Rechand!

Dengan mengetahui bahwa solusi perawatan agar komponen AC Panel tidak cepat rusak adalah inspeksi berkala dan pembersihan, maka kami sarankan menggunakan AC Panel dari APISTE melalui PT Rechand Elektrikindo. Berbeda dengan perusahaan lain, sebagai distributor yang secara eksklusif menyalurkan produk APISTE, kami menawarkan layanan after-sales berupa:
- Instalasi
- Inspeksi berkala
- Cleaning
Saat perusahaan lain menangani AC Panel secara reaktif, lakukan secara preventif dengan menggunakan layanan kami. Ingin tau lebih lanjut mengenai layanan after-sales kami? mau tahu langsung harga unit AC Panel? atau mau cek katalog AC Panel (seri ENC) dari APISTE? Buat permintaan dan akses katalog melalui link berikut:
Link permintaan Rechand: https://rechand.com/permintaan/
Link katalog AC Panel (ENC) Rechand: https://rechand.com/formulir-download-katalog-ac-panel-apiste/

