Rangkuman: Refrigeran adalah fluida khusus yang bersirkulasi di dalam unit pendingin. Fluida ini menyerap panas dari satu area dan melepaskannya pada area lain. Poin-poin penting pada artikel ini meliputi:

  • Freon adalah nama merek, sedangkan refrigeran merupakan istilah yang lebih tepat untuk fluida di dalam unit pendingin.
  • Jenis-jenisnya adalah CFC, HCFC, HFC, CO2, dan HFO.
  • Setiap refrigeran memiliki nilai potensi penipisan ozon atau Ozone Depletion Potential dan potensi pemanasan global atau Global Warming Potential.
  • Regulasi Indonesia mengenai penggunaan zat pendingin ini melalui Perpres No. 129/2022 dan Permendag No. 47/2025.

Apa itu Refrigeran?

Refrigeran adalah fluida khusus untuk menyerap panas saat berubah menjadi uap dan melepaskan panas saat kembali menjadi cair. Di dalam sistem AC yang mencakup kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan rangkaian evaporator, siklus perubahan fase ini mengambil panas dari area tertentu dan membuangnya ke tempat lain.

Apa Fungsi Refrigeran?

Fluida tersebut memiliki peran fundamental bagi unit AC panel, AC presisi, oil chiller, dan chiller industri menjaga suhu tetap konsisten bagi peralatan sensitif dan lingkungan produksi karena memiliki efek pendinginan.

Apa Perbedaan Refrigeran Dengan Freon?

Refrigeran adalah istilah umum untuk zat dalam siklus pendinginan. Sedangkan freon merupakan nama brand untuk lini spesifik fluida pendingin jenis CFC dan HCFC seperti R-12 dan R-22. Untuk lebih mudah memahaminya, setiap Freon adalah refrigeran, namun tidak semua refrigeran adalah Freon. Untuk jenis HFO seperti R1234yf yang ramah lingkungan lebih sesuai untuk menggunakan istilah refrigeran daripada Freon

Penggunaan di Industri

Di kawasan-kawasan industri, fluida ini memiliki peran vital untuk:

  • Menjaga suhu dan kondisi di dalam panel kontrol tetap optimal.
  • Mencapai suhu presisi dan kelembapan optimal untuk cleanroom melalui AC Presisi
  • Mendinginkan air atau pelumas untuk kepentingan proses mesin atau mencegah overheat
  • Menjaga suhu ruang penyimpanan atau pemrosesan makanan

Sehingga itu mengapa, pendinginan berperan signifikan dalam suatu operasional manufaktur guna menjamin keberlangsungan proses produksi terhindar dari downtime.

Jenis-Jenis Refrigeran

Tipe refrigeran r32 termasuk dalam jenis Hydrofluorocarbons atau HFC. Walau tidak merusak ozon, tapi masih memiliki dampak merusak lingkungan berupa tingkat potensi pemanasan global yang tinggi.

Dari waktu ke waktu, komposisi refrigeran terus berevolusi di mana setiap jenis terbaru dikembangkan untuk untuk mengatasi kelemahan lingkungan dari jenis sebelumnya. Setiap fluida pendingin ini diukur berdasarkan dua faktor yaitu Ozone Depletion Potential (ODP) yaitu kemampuannya dalam menguraikan ozon di stratosfer dan Global Warming Potential (GWP) yang membandingkan memerangkap panasnya dengan CO2 dalam kurun waktu 100 tahun, dengan nilai GWP CO2 ditetapkan sebesar 1,0.

Chlorofluorocarbons (CFC)

Chlorofluorocarbons adalah senyawa dari klorin, fluorin, dan karbon. R-12, jenis CFC yang umum pada sistem komersial dan otomotif lama, tidak mengandung atom hidrogen. Hal ini membuat jenis tersebut sangat stabil, tetapi memungkinkannya bertahan cukup lama untuk mencapai dan merusak lapisan ozon.

Hydrochlorofluorocarbons (HCFC)

Hydrochlorofluorocarbons (HCFC) menambahkan atom hidrogen dari senyawa CFC tersebut. Sehingga, refrigeran ini menyebabkannya terurai lebih cepat di atmosfer bagian bawah dan memiliki dampak perusakan ozon yang relatif lebih rendah dari CFC. Walau lebih rendah, jenis ini masih memiliki sedikit potensi pemanasan global yang tinggi dan produksinya sedang dikurangi secara bertahap sesuai ketentuan Protokol Montreal.

Hydrofluorocarbons (HFC)

Refrigeran ini tidak memiliki senyawa klorin sehingga tidak merusak ozon sama sekali. Akan tetapi, jenis ini masih memiliki potensi pemanasan global. Berikut adalah tipe tipe dari jenis HFC:

Co2

Carbon dioksida (R-744) bekerja dengan memanfaatkan refrigeran alami. Jenis ini beroperasi dengan tekanan lebih tinggi dari jenis sintetis sehingga memindahkan panas lebih efisien. R-744 memiliki nilai GWP sebesar 1 dan tidak memengaruhi ozon, menjadi salah satu refrigeran ramah lingkungan yang tersedia.

Hidrofluoroolefin (HFO)

HFO ini adalah senyawa yang dirancang khusus agar memiliki masa hidup yang sangat singkat di atmosfer. R-1234yf, HFO yang paling banyak digunakan, tidak merusak ozon dan pemanasan global. Refrigeran ini mengurangi dampak iklim secara signifikan.

Perbandingan Dampak Lingkungan Tiap Jenis Refrigeran

Tiap refrigeran memiliki nilai ODP dan GWP, yaitu dampak terhadap kerusakan lingkungan, yang berbeda-beda. Tabel di bawah membandingkan ODP dan GWP dari masing-masing refrigeran di atas.

RefrigerantTipeODPGWP (sekitar)
CFC-12 (R12)CFC1.010.900
HCFC-22 (R22)HCFC0.051.810
HFC-410A (R410A)HFC02.090
HFC-407C (R407C)HFC01.770
HFC-134a (R134a)HFC01.430
HFC-32 (R32)HFC0675
CO2 (R744)Natural01
HFO-1234yf (R1234yf)HFO0<1

Regulasi Terkait Refrigeran di Indonesia

Indonesia sendiri telah memiliki beberapa regulasi mengenai refrigeran. Salah satu regulasi tersebut adalah Peraturan Presiden No. 129 Tahun 2022 yang dikeluarkan untuk mengurangi konsumsi nasional hidrofluorokarbon ber-GWP tinggi dan meratifikasi amandemen Kigali. Dari regulasi tersebut, Kementerian Perdagangan memperketat kendali impor per 1 Januari 2026 melalui Permendag No. 47 Tahun 2025. Peraturan tersebut melarang impor peralatan pendingin yang menggunakan CFC, HCFC-22, dan HCFC-123. Bagi manajer pabrik, pengadaan AC Panel, Chiller, dan unit pendingin lainnya dengan refrigeran HFO bukan lagi sekadar pilihan, melainkan persyaratan compliance atau kepatuhan.

Refrigeran R1234yf Pada Unit Pendingin APISTE

Seluruh unit pendingin APISTE mulai dari AC Panel, AC Presisi, Chiller, dan Oil Chiller menggunakan refrigeran ramah lingkungan jenis HFO tipe R1234yf. Sehingga, saat terjadi kebocoran, refrigeran tidak akan merusak ozon maupun meningkatkan potensi pemanasan global.

APISTE, sebagai manufaktur unit pendingin industri, menyadari isu penting terkait pemanasan global dari kebocoran refrigeran. Oleh sebab itu, seluruh unit pendingin APISTE menggunakan refrigeran HFO-R1234yf yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan produk-produk APISTE seperti AC Panel, AC Presisi, Chiller, dan Oil Chiller, Anda tidak hanya meningkatkan produktivitas operasional namun juga mendukung upaya pengurangan pemanasan global dari proses industri.

Sumber

Pardo, P., & Mondot, M. (2018). Experimental evaluation of R410A, R407C and R134a alternative refrigerants in residential heat pumps. International Refrigeration and Air Conditioning Conference, Purdue University.

U.S. Environmental Protection Agency. (n.d.). Ozone-depleting substances.

Apiste. (n.d.). The necessity of switching to HFC alternative: Toward the realization of a decarbonized society [PDF]. Created based on materials from the EPA, Japan’s Ministry of Economy, Trade and Industry, and the Ministry of the Environment.

Engineering ToolBox. (n.d.). Refrigerants – Environmental properties.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2025 tentang Barang yang Dilarang untuk Diimpor. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 1156.

Assegaf Hamzah & Partners. (2026, January 14). Indonesia tightens import rules for cooling equipment to support environmental commitments. Rajah & Tann Asia.