Rangkuman: Emisi gas rumah kaca melibatkan pelepasan gas-gas yang memerangkap panas di atmosfer dan menghangatkan bumi. Beberapa penyebab dari emisi gas rumah kaca diantaranya adalah pembakaran batu bara, gas alam untuk pembangkit listrik, hingga proses industri. Selain konsumsi listrik, kebocoran refrigeran juga menjadi kontributor emisi gas rumah kaca dari kegiatan industri. Gas fluorin, yaitu senyawa yang pada sistem pendingin, adalah salah satu jenis gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan global yang besar. Cara industri untuk mengurangi emisi gas rumah kaca salah satunya adalah menggunakan unit dengan teknologi inverter serta menggunakan refrigeran ramah lingkungan seperti unit-unit pendingin dari APISTE.

Pengertian Emisi Gas Rumah Kaca

Sebagai analogi, emisi gas rumah kaca dapat diibaratkan seperti suhu tubuh. Saat tubuh sakit, suhu tubuh membantu melawan virus dan bakteri agar tubuh kembali sehat. Namun, jika suhu tubuh terus meningkat atau terjadi demam, kondisi ini dapat berbahaya karena berisiko merusak organ tubuh.

Seperti suhu tubuh, emisi gas rumah kaca memerangkap panas di atmosfer dan membantu menjaga suhu bumi tetap ideal bagi makhluk hidup. Namun, jika jumlahnya berlebihan, suhu bumi terus meningkat dan dapat memicu berbagai bencana, seperti kenaikan permukaan laut, gelombang panas, kekeringan, serta cuaca ekstrem akibat pemanasan global.

Penyebab-penyebab utama dari emisi gas rumah kaca adalah:

  • Pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam untuk pembangkit listrik, pemanas.
  • Pertanian, penggunaan lahan, dan pengolahan air limbah.
  • Meningkatnya permintaan akan sumber daya, energi, dan transportasi.
  • Proses-proses industri.

Gas rumah kaca memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda. Tingkat kekuatan ini diukur melalui potensi pemanasan global atau Global Warming Potential (GWP), yang membandingkan jumlah panas yang diserap oleh satu ton gas tertentu dengan jumlah panas yang diserap oleh satu ton CO₂ dalam periode tertentu.

Sumber dan Jenis-Jenis Gas Rumah Kaca

senyawa gas berfluorin seperti CFC, HCFC, dan HFC memiliki nilai potensi pemanasan global yang tinggi sehinggan meningkatkan emisi gas rumah kaca.

Emisi gas rumah kaca datang dari lima sektor yaitu sistem energi, industri, bangunan, tranportasi, agrikultur, dan penggunaan lahan lain. Sumber emisi dari sektor industri sendiri cukup beragam. Beberapa diantaranya berasal dari operasional fasilitas pabrik yang meliputi pembakaran bahan bakar di lapangan, penggunaan listrik, hingga kebocoran refrigeran dari peralatan pendingin.

Tipe-tipe gas yang berkontribusi pada emisi gas rumah kaca:

  • Karbon dioksida (CO₂): Dari bahan bakar fosil. Nilai GWP: 1.
  • Methana: Pembakaran sampah hingga peternakan. Nilai GWP: 27-30.
  • Nitrous oksida (N₂O): Aktivitas agrikultur dan industri. Nilai GWP: 273.
  • Gas berfluorin: Senyawa refrigeran seperti Chlorofluorocarbon (CFC), Hydrochlorofluorocarbon (HCFC), dan Hydrofluorocarbon (HFC) yang digunakan pada unit-unit pendingin. Nilai GWP: 675-10.900.

Pengaruh Kegiatan Industri Terhadap Emisi Gas Rumah Kaca

Industri berkontribusi sekitar 31% kepada emisi gas rumah kaca global dari kegiatan-kegiatan seperti pembakaran bahan bakar, emisi proses industri, termasuk panas dan listrik yang dibeli. Diantara berbagai sumber emisi gas rumah kaca dari kegiatan industri, tiga yang paling relevan dengan kegiatan operasional pabrik adalah transportasi, energi listrik, dan refrigeran.

Transportasi

Transportasi pengiriman yang tidak efisien menyebabkan penggunaan bahan bakar dan emisi yang berlebihan. Di Indonesia sendiri, transportasi menyumbang sekitar seperempat emisi terkait energi dan diperkirakan akan semakin meningkat.

Energi Listrik

Mesin, alat, motor, hingga sistem pendingin berjalan menggunakan listrik, sehingga setiap kilowatt yang dikonsumsi menghasilkan emisi tidak langsung. Sekitar 60% listrik Indonesia berasal dari batu bara yang membuat kontribusi emisi tidak langsung tersebut tetap tinggi.

Refrigeran

Kontribusi refrigeran terhadap emisi gas rumah kaca terjadi ketika adanya kebocoran freon pada unit pendingin. Saat refrigeran keluar dari unit pendingin, senyawa fluorin yang memiliki nilai GWP sangat tinggi akan mengudara dan secara signifikan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Akan tetapi, kebocoran bukan hanya sumber utamanya. Unit pendingin yang mengalami kebocoran akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan sehingga penggunaan listrik juga semakin meningkat yang berkontribusi secara tidak langsung pada emisi gas rumah kaca.

Baca juga: Refrigeran: Definisi, Fungsi, Jenis, dan Regulasi: Emisi Gas Rumah Kaca Dari Kebocoran Refrigeran

Cara Industri Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Industri dapat mengurangi emisi dengan menangani sumber-sumbernya seperti menggunakan bahan bakar lebih efisien, meningkatkan efisiensi energi, dan mencegah kebocoran refrigeran atau menggunakan unit pendingin dengan refrigeran yang ramah lingkungan (Nilai GWP rendah).

AspekTindakan
TransportasiSesuaikan muatan dan menggunakan optimalisasi rute dan penjadwalan guna meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
Energi ListrikMenggunakan mesin dan alat secara efisien atau mengimplementasikan unit-unit pendingin dengan inverter.
RefrigeranMenggunakan unit-unit pendingin yang sudah lolos 1G Test sehingga tahan dari guncangan serta yang menggunakan refrigeran ramah lingkungan seperti HFO-1234yf.

Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Dengan Unit APISTE

Penggunaan listrik yang berlebih menjadi kontributor tidak langsung bagi emisi gas rumah kaca. Mayoritas unit-unit APISTE sudah dilengkapi teknologi inverter yang menjamin konsumsi listrik lebih stabil dan lebih hemat dibandingkan unit-unit konvensional lainnya. Dari penyesuaian pendinginan sesuai kebutuhan pada AC Panel hingga penggunaan AC Panel hingga pengaturan volume penghisapan oil mist collector, APISTE mengedepankan unit-unit yang hemat energi guna minim emisi.

Tidak hanya aspek konsumsi listrik, seluruh unit pendingin APISTE juga menggunakan refrigeran ramah lingkungan. Mulai dari AC Panel, AC Presisi, Chiller, hingga Oil Chiller menggunakan refrigeran HFO-1234yf yang memiliki nilai GWP <1. Sebagai perbandingan, HFC-134a memiliki nilai GWP sekitar 1.300–1.430. Hal ini, dikombinasikan dengan upaya pencegahan kebocoran, menjaga emisi refrigeran langsung tetap rendah. Dengan menggunakan produk-produk APISTE, Anda tidak hanya menjamin produktivitas operasional tetap maksimal namun kontribusi emisi gas rumah kaca juga minimal!

Buat permintaan, akses katalog produk, atau hubungi kami dengan menekan tombol-tombol di bawah!

Sumber

Congressional Research Service. (2023). Indonesia: GHG emissions and climate change policy (CRS Report No. IF12300). U.S. Congress.

Cowan, D., Gartshore, J., Chaer, I., Francis, C., & Maidment, G. (2010). REAL Zero – Reducing refrigerant emissions & leakage: Feedback from the IOR Project. The Institute of Refrigeration.

Lamb, W. F., Wiedmann, T., Pongratz, J., Andrew, R., Crippa, M., Olivier, J. G. J., Wiedenhofer, D., Mattioli, G., Al Khourdajie, A., House, S., Pachauri, S., Figueroa, M., Saheb, Y., Slade, R., Hubacek, K., Sun, L., Kahn Ribeiro, S., Khennas, S., de la Rue du Can, S., … Minx, J. (2021). A review of trends and drivers of greenhouse gas emissions by sector from 1990 to 2018. Environmental Research Letters, 16(7), 073005.

Intergovernmental Panel on Climate Change [IPCC]. (2023). Summary for policymakers. In H. Lee & J. Romero (Eds.), Climate change 2023: Synthesis report. Contribution of Working Groups I, II and III to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change (pp. 1–34). IPCC.

United Nations Industrial Development Organization [UNIDO]. (2023). Decoding industrial decarbonization (Net Zero Partnership Explainer Brief No. 2). UNIDO.

U.S. Environmental Protection Agency [EPA]. (2016). Improve freight logistics: A glance at clean freight strategies (EPA Publication No. EPA-420-F-16-031). U.S. Government Publishing Office.

Apiste. (n.d.). The necessity of switching to HFC alternative; Toward the realization of a decarbonized society. Apiste Corporation

U.S. Environmental Protection Agency [EPA]. (n.d.). Overview of greenhouse gases.

U.S. Environmental Protection Agency [EPA]. (n.d.). Understanding global warming potentials.

U.S. Environmental Protection Agency [EPA]. (2025). Fluorinated gas emissions (19 January 2025 snapshot).

Climate Analytics. (n.d.). Indonesia: Current situation (1.5° NDC Pathways v6).

European Fluorocarbons Technical Committee [EFCTC]. (n.d.). Mobile air conditioning. Fluorocarbons.org.